7 Langkah Mengukur ROI Dari Strategi Desain Kemasan Untuk Retail

Banyak brand merasa sudah punya kemasan yang “bagus”, tetapi ragu apakah efeknya benar-benar menambah penjualan atau hanya menambah biaya. Dengan mengukur ROI secara terstruktur, Anda bisa melihat seberapa kuat strategi desain kemasan berkontribusi pada pertumbuhan retail, bukan sekadar mengandalkan selera.

Artikel ini memandu Anda melalui tujuh langkah praktis untuk menghitung ROI desain kemasan, sehingga keputusan redesign, upgrade material, atau perubahan layout rak bisa lebih terukur dan terarah.

Mendefinisikan peran desain kemasan dalam kinerja retail

Sebelum bicara angka, pastikan terlebih dulu apa peran yang Anda harapkan dari kemasan. Di retail, fokus biasanya pada visibilitas di rak, keputusan beli yang lebih cepat, dan persepsi kualitas produk.

Contoh sasaran yang bisa Anda tetapkan:

  • Meningkatkan penjualan unit per toko per bulan.
  • Meningkatkan jumlah pembeli baru per periode promosi.
  • Menaikkan harga jual rata-rata tanpa menurunkan volume terlalu tajam.
  • Meningkatkan repeat purchase karena kemasan lebih mudah dikenali.

Dengan sasaran spesifik, Anda lebih mudah membedakan dampak desain dari efek promosi, diskon, atau faktor toko lainnya.

Menyiapkan data dasar sebelum peluncuran desain baru

Banyak brand mengganti desain tanpa data kondisi awal. Akibatnya, sulit membuktikan apakah perubahan penjualan sebenarnya berasal dari desain kemasan.

Idealnya, kumpulkan data minimal 3 bulan sebelum peluncuran di kanal retail yang sama, misalnya:

  • Penjualan per SKU per toko (unit dan nilai rupiah).
  • Harga jual rata-rata per SKU.
  • Distribusi: jumlah outlet aktif yang menjual produk.
  • Posisi display (rak utama, gondola, dekat kasir, dsb) bila memungkinkan.

Semakin konsisten data sebelum dan sesudah, semakin akurat perhitungan ROI Anda. Jika Anda juga sedang melakukan efisiensi biaya kemasan, referensi seperti checklist penghematan biaya kemasan bisa membantu menjaga biaya tetap terkendali.

Catat juga biaya yang berkaitan langsung dengan proyek desain, seperti fee agensi atau desainer, biaya riset, cetak dummy, klise, plate, perubahan material, dan biaya penyesuaian pabrik.

7 langkah mengukur ROI dari strategi desain kemasan

Setelah data dasar siap, ikuti langkah-langkah berikut untuk menilai seberapa besar nilai yang dihasilkan desain kemasan.

  1. Tentukan periode pengukuran yang realistis
    Untuk produk retail, periode 3 sampai 6 bulan setelah peluncuran biasanya cukup untuk melihat tren awal. Hindari periode terlalu pendek kecuali untuk kategori yang sangat cepat bergerak, karena promosi dan stok awal bisa membuat data bias.
  2. Bandingkan kinerja penjualan sebelum dan sesudah redesign
    Hitung perubahan penjualan per SKU dalam unit dan nilai rupiah: selisih penjualan sesudah dikurangi sebelum. Catat promosi besar agar kenaikan tidak semuanya dikreditkan ke desain.
  3. Kontrol faktor eksternal yang signifikan
    Bila ada kenaikan harga, perluasan distribusi, atau kampanye iklan besar, sesuaikan analisis. Bandingkan outlet yang distribusi dan promosi-nya relatif stabil, atau buat kelompok pembanding tanpa redesign.
  4. Hitung nilai tambah penjualan bersih
    Nilai tambah penjualan = (Penjualan setelah redesign − Penjualan sebelum redesign) dalam rupiah, dikoreksi jika perlu atas faktor eksternal. Perhatikan tren: naik, stabil, atau turun, dan seberapa besar perubahannya.
  5. Kurangi dengan tambahan biaya terkait kemasan
    Jika redesign menaikkan biaya per unit (misalnya material lebih tebal atau finishing khusus), hitung selisih biaya per unit dikali jumlah unit terjual. Tambahkan juga biaya proyek desain satu kali di awal.
  6. Gunakan rumus sederhana ROI kemasan
    Pakai rumus praktis: ROI desain kemasan = (Keuntungan tambahan bersih dari penjualan − total biaya proyek kemasan) ÷ total biaya proyek kemasan × 100 persen. Fokus pada tren per SKU kunci dan produk dengan volume terbesar.
  7. Analisis metrik kualitatif yang mendukung
    ROI bukan hanya angka penjualan. Lihat juga kemudahan identifikasi di rak, jumlah komplain terkait kemasan, frekuensi produk difoto dan dibagikan di media sosial, serta umpan balik dari merchandiser dan tim sales. Metrik kualitatif yang membaik sering jadi sinyal awal peningkatan penjualan jangka panjang.

Dengan tujuh langkah ini, Anda mendapatkan gambaran seimbang antara angka keras dan insight lapangan, sehingga keputusan desain berikutnya tidak lagi berbasis asumsi.

Mengubah hasil pengukuran menjadi keputusan desain berikutnya

Mengukur ROI bukan sekadar mencari angka yang terlihat bagus di presentasi. Tujuan utamanya adalah membantu Anda memutuskan apakah desain kemasan perlu dipertahankan, dioptimalkan, atau diganti lebih berani.

Jika ROI positif dan tren penjualan naik, analisis elemen visual yang paling berkontribusi: warna utama, hierarki informasi, klaim di depan kemasan, atau bentuk dan ukuran. Temuan ini bisa menjadi pedoman untuk lini produk lain.

Jika ROI rendah atau negatif, jangan langsung menyalahkan desain. Periksa kembali distribusi, harga, dan aktivitas promosi. Jika faktor lain relatif stabil, lakukan tes kecil seperti A/B testing di beberapa outlet untuk membandingkan variasi layout, klaim, atau kombinasi warna.

Pada akhirnya, strategi desain kemasan yang kuat selalu diperlakukan sebagai aset bisnis yang diukur, bukan sekadar elemen estetis yang menarik di rak.

Langkah berikutnya adalah mengevaluasi data Anda secara berkala dan menyelaraskannya dengan tujuan merek.

Konsultasikan desain kemasan: https://gpack.co.id

Comments are disabled.